Kamis, 15 Agustus 2013

Lipid, Lemak, Minyak

Lipid, Lemak, Minyak


Fungsi Lemak dalam Makanan
• Sebagai bahan penambah atau memodifikasi rasa dan tekstur makanan
• Mempengaruhi kelembutan (tenderness) dan kepipihan atau lapisan-lapisan (flakiness)
• Membentuk emulsi
• Untuk transfer panas, misal dalam penggorengan
• Mencegah perlengkatan saat memasak
Pengertian
• Lipid merupakan kata “payung” utama untuk hal yang berhubungan dengan lemak, minyak, fosfolipid dan sterol.
• Lemak dan minyak merupakan komponen mayor lipid dan termasuk dalam trigliserida.
• Trigliserida: senyawa gliserol yang mempunyai 3 rantai asam lemak
• Bagian yang dapat disabunkan (saponiable): asam lemak
• Bagian yang tidak dapat disabunkan (unsaponiable): sterol

Gliserida
• Monogliserida
• Digliserida
• Trigliserida
Gliserol            +            Asam Lemak            Monogliserida  +            Air
Fosfolipid
Seperti trigliserida, namun hanya mengandung 2 asam lemak dan tempat ketiga ditempati oleh grup polar yang mengandung asam fosfat dan grup yang mengandung nitrogen
Contoh: lecithin
Sterol
• Mengandung inti steroid umum, 8–10 rantai karbon dan grup alkohol
• Struktur kimianya membentuk lingkaran
Contoh: kolesterol, sitosterol dan stigmasterol

Asam Lemak
• Merupakan rantai hidrokarbon panjang dengan grup metil (-CH3) pada satu sisi akhir dan grup asam karboksilat (-COOH) pada sisi akhir yang lain
• AL alami mengandung 4–24 atom karbon dan atom karbon umumnya bilangan genap
• Contoh: Asam stearat
Asam lemak
Saturated fatty acid (asam lemak jenuh)
tidak mengandung ikatan rangkap
Unsaturated fatty acid (asam lemak tidak
jenuh)
– Monounsaturated mengandung 1 ikatan rangkap
– Polyunsaturated mengandung 2 atau lebih ikatan rangkap

Asam lemak
Titik leleh SFA(ALJ) >>> Titik leleh USFA (ASTJ)
Asam lemak tidak jenuh
Ikatan Rangkap
Terdapat dalam 2 konfigurasi:
- Cis                     - Trans
Titik leleh trans >> Titik leleh cis
AL dengan atom karbon bilangan ganjil
• Asam lemak dalam jumlah minor di alam atau hasil proses
• Asam lemak hasil proses merupakan hasil isomerik asam lemak dan tidak terdapat secara alami
Distribusi asam lemak
dalam minyak/lemak nabati
Properti Lemak dan Minyak
• Pembentukan kristal
• Polimorfisme (Polymorphism)
• Titik leleh (Melting Points)
– Panjang rantai
– Jumlah ikatan rangkap
– Konfigurasi isomerik
Plastic fats: sifat lemak yang dapat dibentuk
Jenis Lemak dan Minyak yang dikonsumsi
• Polyunsaturated fats
banyak ditemukan di tanaman liquid pada suhu kamar Safflower oil: 76%, sunflower oil: 71%, corn oil 57%
• Monounsaturated fats
banyak ditemukan di tanaman liquid pada suhu kamar Olive oil: 75%, canola (rapeseed oil): 61%
• Saturated fats
banyak ditemukan pada hewan, solid pada suhu kamar ditemukan dalam minyak dari tanaman tropis
Lemak dan Minyak yang dikonsumsi
Tidak ada kolesterol dalam minyak dengan bahan dasar sayur
Lemak dan Minyak yang dikonsumsi
Animal fats
tidak memiliki antioksidan alami,
banyak mengandung lemak jenuh,
lebih tidak stabil dibandingkan minyak sayur jenuh yang sudah mengalami partially hydrogenated.
Tallow (suet)
diperoleh dari sapi, 48% asam lemak jenuh
Lard
diperoleh dari babi, 43% asam lemak jenuh
Lemak dan Minyak yang dikonsumsi
Tropical oils
Cocoa butter
Hasil ekstraksi dari biji kakao, digunakan di permen dan coklat
Minyak kelapa
Minyak sayur dengan kandungan lemak jenuh tinggi (> 90%), sangat stabil terhadap oksidasi, juga stabil terhadap hidrolisis.
Minyak kelapa sawit
Mengandung 50% asam lemak jenuh, stabil terhadap oksidasi
Minyak inti sawit
Mengandung 48% asam lemak jenuh, stabil terhadap oksidasi
Komponen Asam Lemak Minyak Tropis
Penggorengan
Minyak goreng: lemak yang dicairkan ataupun minyak, merupakan bahan untuk penghantar
panas yang sangat cepat. Mutunya ditentukan oleh titik asapnya.
Karakteristik lemak atau minyak untuk menggoreng:
- Tidak berbau, tidak berwarna
- Makin tinggi titik asap, makin baik mutu minyak goreng
Perubahan selama Penggorengan
• Menyebabkan makanan kontak dengan suhu tinggi, memisahkan air dalam makanan, menyebabkan adanya absorpsi minyak pada makanan
• Suhu tinggi minyak atau lemak dalam waktu yang cukup lama menyebabkan oksidasi dan hidrolisa lemak atau minyak.
• Warna minyak yang digunakan berubah menjadi oranye atau coklat, kadang menjadi lebih kental dan muncul busa.
• Titik asap turun karena penggunaan untuk menggoreng berkali-kali, dapat menurunkan kualitas minyak.
Mengurangi Penyerapan Lemak selama Penggorengan
• Suhu, tekanan, lama penggorengan
suhu dan/atau tekanan, waktu penyerapan minyak
• Komposisi
gula, tepung → membentuk gluten, penyerapan minyak
• Perlakuan sebelum penggorengan
freezing penyerapan minyak
Emulsifikasi
Temporary Emulsion
minyak (hidrofobik) dan air (hidrofilik) terpisah akibat adanya koalisi (colescence) droplet
Permanent Emulsion
penambahan emulsifier untuk mencegah koalisi antar droplet
Karakteristik Emulsifier
• Mengandung hidrofilik dan hidrofobik (amfifilik)
• Dinyatakan dalam HLB (hydrophilic-lipophilic balance)
Fungsi emulsifier:
• Meng-adsorb antarmuka minyak / air
• Menurunkan tegangan antarmuka
• Membentuk lapisan antarmuka yang stabil
• Mencegah koalisi droplet (coalescence)
Emulsifier
Mentega (Butter)
• Merupakan emulsi air dalam minyak,
• Kira-kira 18% air terdispersi di dalam 80% lemak
• Dengan sejumlah kecil protein, sebagai zat pengemulsi (emulsifier)
• Warna kuning pucat (lebih muda dari margarin)
• Lembut dan mudah meleleh di suhu hangat
• Mentega dapat dibuat dari lemak susu. Lemak dari susu dipisahkan dari komponen lain melalui proses churning yaitu proses pemecahan emulsi minyak dalam air.
Protein sebagai emulsifier
a, tails
b, trains
c, loops
Shortening atau mentega putih
Shortening adalah lemak padat yang mempunyai sifat plastis dan kestabilan tertentu, umumnya berwarna putih sehingga sering disebut mentega putih
• Bahan ini diperoleh dari hasil pencampuran dua atau lebih lemak dengan cara hidrogenasi.
• Fungsinya adalah untuk memperbaiki cita rasa, struktur, tekstur, keempukan, dan memperbesar volume roti/kue
Margarin
• Merupakan pengganti mentega dengan rupa, bau, konsistensi, rasa, dan nilai gizi hampir sama.
• Merupakan emulsi air dalam minyak, dengan persyaratan mengandung tidak kurang 80% lemak.
• Lemak yang digunakan dapat dari lemak nabati (minyak kelapa, minyak kedelai) atau lemak hewan (lemak sapi)
• Kadar lemak hidrogenasi tinggi sehingga lebih padat
• Tekstur lebih kaku, tidak mudah meleleh di suhu ruang
• Warna lebih kuning dari mentega
Modifikasi Lemak
• Hidrogenasi
• Interesterifikasi
• Winterisasi (pengolahan pada suhu refrigerator)
Hidrogenasi
Merupakan proses penambahan hidrogen pada ALTJ untuk mengurangi jumlah ikatan rangkap, karena ikatan rangkap (terutama polyunsaturated) mudah mengalami ketengikan akibat oksidasi
Tujuan hidrogenasi:
• untuk mengkonversi minyak cair ke semisolid lemak (plastic fats)
• untuk meningkatkan kestabilan lemak terhadap panas dan oksidasi, dan memperpanjang usia simpan
Hidrogenasi
H2(g) + minyak dengan ALTJ minyak dengan ALTJ lebih sedikit
(tidak menghilangkan ALTJ sama sekali) Dalam partially hydrogenated vegetable shortening: 50% monounsaturated dan 25% poliunsaturated atau mendapatkan tingkat kepadatan minyak yang diinginkan
Hidrogenasi
Akibat hidrogenasi:
Terjadi konversi beberapa ikatan rangkap dengan konfigurasi cis menjadi trans
Misal: margarines, mengandung 13–20% asam lemak trans
Catatan: Asam lemak dengan trans yang tinggi meningkatkan jumlah kolesterol jahat (LDL, lowdensity lipoprotein) dan menurunkan jumlah kolesterol baik (HDL, high-density lipoprotein) di tubuh
Interesterifikasi
Merupakan perpindahan asam lemak hingga menyebabkan kombinasi gliserida yang berbeda
Tidak merubah derajat ketidakjenuhan atau isomerisasi asam lemak
Menambah varians jenis lemak
Digunakan bersamaan dengan hidrogenasi dalam proses shortening
Winterisasi
• Proses pemisahan kristal atau padatan yang terbentuk saat minyak disimpan dalam suhu lemari pendingin
• Kristal tersebut muncul akibat adanya kandungan titik leleh trigliserida tinggi dalam minyak
• Hal ini tidak dikehendaki untuk minyak dalam penyajian salad
Sebab-sebab kerusakan lemak
Penyerapan bau, Lemak bersifat mudah menyerap bau. Jika bahan pembungkus dapat menyerap lemak, maka lemak yang terserap akan teroksidasi oleh udara sehingga rusak dan berbau. Bau dari bagian lemak yang rusak ini akan diserap oleh lemak dalam bungkus, sehingga seluruh lemak menjadi rusak.
Sebab-sebab kerusakan lemak
Ketengikan karena Hidrolisa
Trigliserida + air gliserol dan asam lemak
Katalis: basa, asam, suhu, enzim (misal: lipase)
Hidrolisa menurunkan mutu minyak karena kadar asam lemak bebas
Sebab-sebab kerusakan lemak
Ketengikan karena Oksidasi (Autooksidasi)
Asam lemak tidak jenuh mudah mengalami autooksidasi
>> ikatan rangkap makin mudah teroksidasi
Disebabkan oleh panas, cahaya, logam (Fe dan Cu) dan enzim lipoksigenase
Terdiri dari 3 tahap:
- tahap inisiasi
- tahap propagasi
- tahap terminasi
Sebab-sebab kerusakan lemak
Ketengikan karena Oksidasi (Autooksidasi)
- tahap inisiasi
Sebab-sebab kerusakan lemak
Ketengikan karena Oksidasi (Autooksidasi)
- tahap propagasi
Sebab-sebab kerusakan lemak
Ketengikan karena Oksidasi (Autooksidasi)
- tahap terminasi
reaksi oleh radikal bebas untuk membentuk bahan nonradikal (aldehid, keton)
                        
R = unsaturated fatty acid
R* = free radical
RO2
* = activated peroxide
Pencegahan terhadap Kerusakan Lemak
• Disimpan dalam tempat yang dingin dan gelap, terbuat dari aluminium atau stainless
steel
• Dikemas secara vakum
• Menginaktivasi enzim lipase dan enzim lipoksigenase
• Menambahkan antioksidan dan agen Sesquestering
Antioksidan mencegah ketengikan dengan menyumbang atom hidrogen pada ikatan rangkap
Contoh: tocopherol, komponen fenolik: propyl gallate; BHA (butylated hydroxyanisole);
BHT (butylated hydroxytoluene); TBHQ (tertiary-butyl hydroquinone)
Agen sesquestering berfungsi mengikat logam, sehingga mencegah katalisasi dalam proses ketengikan
Contoh: asam sitrat,

EDTA (ethylenediamine-tetraacetic acid)

1 komentar:

Unknown mengatakan...

Materi kuliah. -___-

Posting Komentar