Sabtu, 28 Februari 2015
Kaleng Istimewaku
Celengan?
Boleh saja
kalian mengatakan seperti itu
Sebagian
orang atau mungkin semua orang pasti bahagia saat melihat kalengnya penuh
dengan koin
Tapi itu
semua tidak berlaku untuk kaleng istimewaku ini
Sedihh...
yaa, mungkin itu yang akan aku rasakan saat kaleng ini penuh dengan koin
Kaleng ini
adalah cerminan dari kesalahan yang telah aku lakukan selama ini
Sederhana
saja tapi sangat besar manfaatnya
Semakin banyak
koin yang ada di dalam kaleng ini berarti semakin banyak kesalahan yang telah
aku perbuat
Yaa.. aku
mencoba jujur dengan diriku sendiri
Setiap kali
aku melakukan kesalahan,sekecil apapun itu aku harus mengakuinya dan harus
membayar kesalahan itu dengan memasukkan satu koin setiap satu kesalahan yang
aku perbuat
Lantas apa
yang akan kalian lakukan jika melihat kaleng kalian penuh dengan koin?
Bahagia..?
Pasti..!! terbayang ingin membeli ini itu dengan koin yang telah kalian
kumpulkan selama ini
Tapi itu tak
berlaku untuk kaleng istimewaku ini..
Kaleng ini
memang cerminan kesalahanku tapi aku yakin ini salah satu sumber pahala yang
kudapat
Saat isi
kaleng ini diamalkan ke jalan yang di ridhoi-NYA
Sederhana
saja tapi banyak manfaatnya..
Mudah bukan...???
tak perlu bersusah payang memikirkan cara
beramal
Bahkan dengan
kesalahan saja mampu mendatangkan pahala saat ikhlas mengiringinya.
Jumat, 30 Mei 2014
Teka Teki Virus Merah Jambu
Tak
bisa dipungkiri saat hati berbicara selalu ada kisah baru yang hadir menghiasi
hidup kita. Lagi-lagi suara hati ini beradu dengan kenyataan, apakah aku salah
jika menaruh rasa dengannya? Bukankah cinta itu anugrah dari Sang Maha Cinta
yaitu Allah? Sesungguhnya aku tak ingin mencintai seseorang melebihi cintaku kepada Allah. Entah mengapa
aku mulai bertanya pada diriku sendiri apa itu cinta dan ingin tau lebih banyak
tentang cinta. Apakah cinta sama halnya dengan suara hati ini yang kian hari
terasa menyesakkan dada? Akupun tak tahu sejak kapan merasakan perubahan
gejolak hati yang semakin meletup-letup. Aku tahu kita mencinta atau memberi
siapa saja dan apa saja itu semua karena Allah.Tapi kenapa wajah itu, senyum
itu, selalu terbayang dalam ingatanku, perangainya yang wibawa tapi tetap
memancarkan kelembutan, santun perkataanya, ramah terhadap sesama, jiwa
penolong yang sepertinya sudah melekat dalam dirinya. Aku takut rasa ini
membuatku jauh dariMU, Yaa Allah maafkan aku dengan segala rasaku ini. Aku tak
tau harus kepada siapa ku mengadu tentang virus merah jambu yang kian hari kian
menyesakkan qalbu. ku hanya mampu menengadahkan kedua tangan disepertiga malamMU.
Sesekali ku coba menyeka air mata yang tak hentinya mengalir membasahi pipiku
yang tak kuasa menahan teka teki hati yang tak mampu ku pecahkan. Jika sosok
itulah yang engkau pilihkan untukku, jagalah rasaku dan rasanya agar tetap
istiqomah dijalanmu hingga suatu saat Engkau menyatukan kami di jalan yang
telah Engaku ridhoi. Amin..
Cermin Kelam
“Nduk
cariin suratnya ada di tumpukan lemari paling atas...”
Tumpukan
map berisi kertas yang warnanya mulai usang , bau yang tidak sedap menandakan
umur tumpukan kertas itu sudah bertahun-tahun lamanya. Debu yang dari awal
mengusik bulu-bulu hidung untuk bekerja lebih ekstra menyaring kotoran membuatku
bersin berkali lipat dari biasanya.
“Nduk
sudah ketemu suratnya?”
Lamat-lamat
terdengar suara lembut dari ruang tamu untuk memastikan apakah aku sudah menemukan
apa yang beliau inginkan. Ahhh..seandainya saja surat itu nggag dibutuhkan
sekali oleh ibu, enggan sekali rasanya membuka lemari yang hanya berisi
tumpukan kertas yang entah sejak kapan berada disini atau mungkin sudah ada
sebelum aku dilahirkan. Satu persatu map yang berisi tumpukan kertas ku
turunkan dari lemari agar aku lebih mudah mencarinya. Satu.. Dua.. Lima..
Tujuh.. ahhh.. sudah tujuh map yang aku turunkan tapi tak ada satupun yang di
dalamnya berisi surat yang aku cari.
Entah
bisikan apa yang membuat bola mataku melirik amplop besar warna coklat yang
berada di tumpukan paling bawah. Seolah amplop
coklat itu menghipnotisku melupakan tujuan utama mencari surat untuk ibu.
Perlahan kucoba menariknya agar tumpukan diatasnya tak jatuh berserakan. Baru
setengah aku menariknya terpampang tulisan RS. Mardi**** CT Scan Torax. Tulisan itu seolah membawaku ke lorong waktu yang
sebenarnya sangat aku benci. Dengan sedikit tenaga ekstra ku tarik amplop
coklat yang berjumlah 12 buah dengan tulisan yang sama. Tanganku kelu, lemas,
gemetaran saat membuka amplop dan melihat isinya.
Ya
Allah apakah ini cermin hidupku?
Apakah
ini teguran bagiku yang melupakan nikmat yang telah engkau berikan setelah
waktu itu?
Iyaa...waktu
itu...!!! saat itu...!!!
Waktu..
dimana semua impianku meredup seperti nyala api lilin yang semakin berkurang,
tak ada semangat. Impian seorang anak muda yang seolah harus terhenti karena
fonis penyakit yang selama ini tak pernah dia bayangkan sebelumnya. Seketika
membuat hidupku kosong tak tau arah.
Saat..
masa muda yang penuh keceriaan harus ku lalui dalam belenggu rumah sakit, obat,
suntikan di sekujur tubuh, keluar masuk ruang radiologi.
Apakah
ini caraMU mengingtkanku Ya Allah?
Mengingatkan
betapa berharganya kesempatan setiap tarikan nafas yang telah engkau berikan
setelah virus putus asa hampir memenuhi batinku seperti penyakit yang memenuhi
ragaku.
Tapi
dibalik itu semua aku sadar, inilah cerminku, cermin dimasa kelam yang
membuatku sadar aku bukanlah apa-apa tanpaMU, inilah aku yang sekarang, aku
dengan segala anugerah terindah yang telah Engkau berikan kepadaku. Aku mampu
dengan segala kelemahanku, aku bisa dengan segala kekuranganku, aku tetap yakin
dengan segala keterbatasanku karena aku tau Engkau selalu bersamaku. Engkaulah
Sang Pemberi Nikmat di Alam Semesta ini
Kamis, 22 Mei 2014
Rasa Dalam Diam
Aku
sangat tau bisik dalam kalbuku
Cukuplah
aku yang tau dan hanya aku
Rasa
yang mulai tumbuh kala itu
Cukuplah
aku yang tau dan hanya aku
Aku
lebih memilih diam
Bukan
berarti aku takut
Bukan
berarti aku pengecut
Menjaga
rasaku, rasamu bahkan mungkin rasa mereka
Mereka
yang menaruh rasa yang sama denganku
Biarlah
semua menjadi seperti ini
Entah
sampai kapan akupun tak tau
Yang
pasti tidak sekarang sebab
Tidak
semua perasaan harus dikatakan sekarang juga
Rindu kekasihku
Teruntuk
yang aku rindu
Masih
adakah waktu untukku berjumpa?
Tak
sabar ku menunggu kehadiranmu
Kekasihku..
damainya jiwaku saat bersamamu
Aku
menunggumu selalu dan selalu
Kekasihku..
kehadiranmu bagai embun penyejuk kalbu
Coretan
merah di angka yang tertera di kalender itulah saksi bisu
Semakin
dekat waktu perjumpaanku denganmu
Kekasihku..
aku takut bilamana Tuhan tak mengijinkanku menyambut kedatanganmu
Andai
Tuhan mengijinkan, aku selalu ingin bersamamu RAMADHANKU..
Sabtu, 25 Januari 2014
MISS YOU BROTHER
Kangeen sama abang..
Kangen belajar di kamarnya..
Kangen becanda bareng di kamarnya..
Kangen denger suara n tawanya..
Kangen cerita tentang temen2ku di kampus..
Kangen di anter n dijemput kuliah..
Kangen di marahi kalau nunggu aku kelamaan ke parkiran gara2 aku berduaan dlu ma s0meone..#ups :-D
kangen ngomelin abang kalau aku brangkat kuliah kesiangan,dia mlah dgn santainya mainan hp..
kangen di sms "y0h" dan "balek jam piro"..
kangen muter2 naek m0tor nyari jalan alternatif biar cpet nyampe tp adanya mlah nyasar..
kangen keujanan mpe basah kuyup gara2 jas ujan 1 buat berdua..
kangen nekat pulang kudus mlm2..
kangen tiap senin pagi kebut2an naek m0tor dari kudus mpe tembalang gara2 kuliah jam 7 tp jam 6 msh enak2an di rumah,tambah kebakaran jenggot kalau jalanan macet..
Sekarang adek uda belajar mandiri bang..
Adek ga cengeng lagi..
Adek ga manja lgi..
Adek berusaha ga gantungin orang lain..
Meski kadang terasa berat menjalani ini semua..
Tapi adek slu inget pesan abang "uwis gede kudu kendel,mandiri!"
abang baek2 di sana yah, tetap semangaaaat
sama2 qta jemput impian qta..
Buat bpk ibu menangis bahagia karena kesuksesan qta bang..AMIN..
Miss u abang kriwil :-* {}
Kangen belajar di kamarnya..
Kangen becanda bareng di kamarnya..
Kangen denger suara n tawanya..
Kangen cerita tentang temen2ku di kampus..
Kangen di anter n dijemput kuliah..
Kangen di marahi kalau nunggu aku kelamaan ke parkiran gara2 aku berduaan dlu ma s0meone..#ups :-D
kangen ngomelin abang kalau aku brangkat kuliah kesiangan,dia mlah dgn santainya mainan hp..
kangen di sms "y0h" dan "balek jam piro"..
kangen muter2 naek m0tor nyari jalan alternatif biar cpet nyampe tp adanya mlah nyasar..
kangen keujanan mpe basah kuyup gara2 jas ujan 1 buat berdua..
kangen nekat pulang kudus mlm2..
kangen tiap senin pagi kebut2an naek m0tor dari kudus mpe tembalang gara2 kuliah jam 7 tp jam 6 msh enak2an di rumah,tambah kebakaran jenggot kalau jalanan macet..
Sekarang adek uda belajar mandiri bang..
Adek ga cengeng lagi..
Adek ga manja lgi..
Adek berusaha ga gantungin orang lain..
Meski kadang terasa berat menjalani ini semua..
Tapi adek slu inget pesan abang "uwis gede kudu kendel,mandiri!"
abang baek2 di sana yah, tetap semangaaaat
sama2 qta jemput impian qta..
Buat bpk ibu menangis bahagia karena kesuksesan qta bang..AMIN..
Miss u abang kriwil :-* {}
Senin, 20 Januari 2014
HIKMAH SEBOTOL AIR MINERAL
Jika kita
menolong dengan ikhlas pasti Allah akan membalasnya lebih dari yang kita
bayangkan
Pertemuan
yang tak pernah ku bayangkan sebelumnya. Apakah ini yang dinamakan kebetulan? Aku
rasa tak ada yang kebetulan di dunia ini. Inilah cuplikan kisah nyata yang aku
alami sendiri, Semoga bermanfaat dan dapat diambil hikmahnya oleh para pembaca.
Seharian
masih berkutat dengan aktivitas kampus yang memaksaku pulang hingga sore hari. Tak
masalah bagiku jika itu hari-hari biasa tapi ini H-1 Idul adha dan aku harus
pulang ke kampung halamanku hari itu juga. Sial.. jarum jam tangan yang
aku kenakan seolah berputar lebih cepat dibanding hari-hari sebelumnya. Dengan berbekal
barang seadanya yang ada di dalam tas, aku buru-buru pulang ke kampung
halamanku. Tas punggung pink masih setia
menemani perjalanan pulangku tanpa aku cek terlebih dahulu apakah ada barang
tertinggal yang belum aku masukkan ke tas atau barang yang harus aku tinggal
agar tak terlalu berat aku membawanya.
Perjalanan
aku mulai dengan naik angkot, cukup lama aku menunggu angkot lewat tapi
beruntung da satu angkot yang lewat. Tanpa pikir panjang akupun menaiki angkot
itu. Setengah perjalanan aku mulai resah karena jalan yang dilalui nggag
seperti biasanya. Astagaa.. ternyata angkot yang aku naikin beda jurusan. Hanya
bisa pasrah dan berharap diberi petunjuk..(Amin..). Akhirnya ada sedikit angin
segar yang mampu sedikit membuatku tenang, terdengar salah satu penumpang menanyakan
tempat yang aku tuju dan sopirnya mengiyakan kalau pemberhentian terakhir
memang ditempat yang aku tuju.
Setelah
sekian lama berada di dalam angkot akhirnya aku sampai di tepat dimana aku
menunggu bus yang akan menuju ke kota tempat tinggalku. Langit semakin gelap
dan tak ada satupun bus yang lewat. Banyak juga orang-orang yang berdiri
menunggu datangnya bus. Diantara orang-orang yang pada berdiri menunggu bus,
mataku tiba-tiba mengarah pada seorang gadis berjilbab orange kira-kira seumuran
denganku yang terlihat gelisah dan sibuk dengan Hpnya. Aku coba mendekat dan
mengajaknya ngobrol. Dari perbincangan singkat itu aku jadi tau kalau ternyata
dia bernama Wina seorang mahasiswi baru jurusan kedokteran gigi di salah satu
universitas swasta di Semarang. Pantas saja dia terlihat gelisah karena biasanya
dia dijempul oleh orang tuanya dan baru kali ini dia pulang sendirian.
Adzan
magribpun telah berkumandang, tinggal kami berdua dan beberapa orang yang masih
menunggu bus karena ada yang nekat nebeng truk agar bisa sampai ke tempat tujuan.
“Maaf..mbak
puasa?” Tanya Wina
“Aku
lagi halangan jadi nggag puasa, ini ada minum untuk membatalkan puasa.” Jawabku sambil menawarkan sebotol air mineral
yang belum sempat aku minum saat beli dikampus.
“Iya
makasih mbak”
Kami
masih berdiri menunggu bus lewat yang entah kapan datangnya. Terdengar alunan
takbir berkumandang membuat aku semakin ingin cepat sampai di kampung halaman
bertemu keluarga dan merayakan Idul Adha bersama. Masih terlihat muka Wina yang
cemas. Berkali-kali orang tuanya menelfon Wina untuk memastikan bahwa anaknya
baik-baik saja. Bahkan ortunya sempat pengen ngobrol ma aku agar menjaga dan
menemani anaknya. Setelah berjam-jam menunggu akhirnya ada bus yang berhenti,
meskipun bus itu sudah tak mampu lagi menampung orang yang berjubel tapi aku,wina
dan penumpang lain tetap nekat menaiki bus tersebut. Walhasil kami hanya bisa
berdiri didalam bus.
Meskipun
sudah berada dalam bus namun aku agak cemas karena perjalananku nggag sampai
disini saja. Aku harus turun diterminal dan pindah naik angkot. Padahal angkot
yang menuju rumahku hanya ada sampai jam 5 sore. Aku mencoba menenangkan diri
dan menghubungi orang tuaku agar di jemput diterminal. Ternyata aku lupa
mengisi pulsa Hpku dan Hpku lowbet. Sialnya ditengah perjalanan Hpku mati dan
aku nggag hafal nomor orangtuaku. Aku hanya pasrah entah ide gila apa yang akan
muncul dalam otakku.
Akhirnya
aku dan Wina sampai di terminal, terlihat kedua orang tua Wina sudah menunggu
diluar mobil. Cukup senang melihat Wina sudah bertemu dengan orang tuanya yang
artinya aku juga sudah selesai menjalankan tugasku untuk menjaga wina. Tapi....
gimana dengan nasibku? Jarak terminal dengan rumah masih sangat jauh.
“Makasih
ya mbak sudah nemenin aku, mbak sudah dijemput?”
“Su..suu..sudah”
(aku bingung entah siapa yang akan menjemputku)
“Saya
anter aja ya dek, sudah malam” mamah Wina mencoba mengajakku
“Iya
mbak ayo bareng aku aja pulangnya” tambah Wina
Akhirnya
aku diantar oleh orangtuanya Wina sampai kerumah, diperjalanan sempat ngobrol
panjang lebar dengan mamah dan papahnya Wina. Aku menemukan keluarga baru dan
sahabat semalam heheheh....
Alhamdulillah
Ya Allah.. dengan peristiwa itu aku belajar tentang keikhlasan “Allah
Tidak Memandang Amalan Yang Banyak Tetapi Amalan Yang Ikhlas”
Langganan:
Postingan (Atom)







