Jumat, 30 Mei 2014

Teka Teki Virus Merah Jambu

Tak bisa dipungkiri saat hati berbicara selalu ada kisah baru yang hadir menghiasi hidup kita. Lagi-lagi suara hati ini beradu dengan kenyataan, apakah aku salah jika menaruh rasa dengannya? Bukankah cinta itu anugrah dari Sang Maha Cinta yaitu Allah? Sesungguhnya aku tak ingin mencintai seseorang  melebihi cintaku kepada Allah. Entah mengapa aku mulai bertanya pada diriku sendiri apa itu cinta dan ingin tau lebih banyak tentang cinta. Apakah cinta sama halnya dengan suara hati ini yang kian hari terasa menyesakkan dada? Akupun tak tahu sejak kapan merasakan perubahan gejolak hati yang semakin meletup-letup. Aku tahu kita mencinta atau memberi siapa saja dan apa saja itu semua karena Allah.Tapi kenapa wajah itu, senyum itu, selalu terbayang dalam ingatanku, perangainya yang wibawa tapi tetap memancarkan kelembutan, santun perkataanya, ramah terhadap sesama, jiwa penolong yang sepertinya sudah melekat dalam dirinya. Aku takut rasa ini membuatku jauh dariMU, Yaa Allah maafkan aku dengan segala rasaku ini. Aku tak tau harus kepada siapa ku mengadu tentang virus merah jambu yang kian hari kian menyesakkan qalbu. ku hanya mampu menengadahkan kedua tangan disepertiga malamMU. Sesekali ku coba menyeka air mata yang tak hentinya mengalir membasahi pipiku yang tak kuasa menahan teka teki hati yang tak mampu ku pecahkan. Jika sosok itulah yang engkau pilihkan untukku, jagalah rasaku dan rasanya agar tetap istiqomah dijalanmu hingga suatu saat Engkau menyatukan kami di jalan yang telah Engaku ridhoi. Amin.. 

Cermin Kelam

“Nduk cariin suratnya ada di tumpukan lemari paling atas...”
Tumpukan map berisi kertas yang warnanya mulai usang , bau yang tidak sedap menandakan umur tumpukan kertas itu sudah bertahun-tahun lamanya. Debu yang dari awal mengusik bulu-bulu hidung untuk bekerja lebih ekstra menyaring kotoran membuatku bersin berkali lipat dari biasanya.
“Nduk sudah ketemu suratnya?”
Lamat-lamat terdengar suara lembut dari ruang tamu untuk memastikan apakah aku sudah menemukan apa yang beliau inginkan. Ahhh..seandainya saja surat itu nggag dibutuhkan sekali oleh ibu, enggan sekali rasanya membuka lemari yang hanya berisi tumpukan kertas yang entah sejak kapan berada disini atau mungkin sudah ada sebelum aku dilahirkan. Satu persatu map yang berisi tumpukan kertas ku turunkan dari lemari agar aku lebih mudah mencarinya. Satu.. Dua.. Lima.. Tujuh.. ahhh.. sudah tujuh map yang aku turunkan tapi tak ada satupun yang di dalamnya berisi surat yang aku cari.
Entah bisikan apa yang membuat bola mataku melirik amplop besar warna coklat yang berada di tumpukan paling bawah. Seolah  amplop coklat itu menghipnotisku melupakan tujuan utama mencari surat untuk ibu. Perlahan kucoba menariknya agar tumpukan diatasnya tak jatuh berserakan. Baru setengah aku menariknya terpampang tulisan RS. Mardi**** CT Scan Torax. Tulisan itu seolah membawaku ke lorong waktu yang sebenarnya sangat aku benci. Dengan sedikit tenaga ekstra ku tarik amplop coklat yang berjumlah 12 buah dengan tulisan yang sama. Tanganku kelu, lemas, gemetaran saat membuka amplop dan melihat isinya.
Ya Allah apakah ini cermin hidupku?
Apakah ini teguran bagiku yang melupakan nikmat yang telah engkau berikan setelah waktu itu?
Iyaa...waktu itu...!!!  saat itu...!!!
Waktu.. dimana semua impianku meredup seperti nyala api lilin yang semakin berkurang, tak ada semangat. Impian seorang anak muda yang seolah harus terhenti karena fonis penyakit yang selama ini tak pernah dia bayangkan sebelumnya. Seketika membuat hidupku kosong tak tau arah.
Saat.. masa muda yang penuh keceriaan harus ku lalui dalam belenggu rumah sakit, obat, suntikan di sekujur tubuh, keluar masuk ruang radiologi.
Apakah ini caraMU mengingtkanku Ya Allah?
Mengingatkan betapa berharganya kesempatan setiap tarikan nafas yang telah engkau berikan setelah virus putus asa hampir memenuhi batinku seperti penyakit yang memenuhi ragaku.

Tapi dibalik itu semua aku sadar, inilah cerminku, cermin dimasa kelam yang membuatku sadar aku bukanlah apa-apa tanpaMU, inilah aku yang sekarang, aku dengan segala anugerah terindah yang telah Engkau berikan kepadaku. Aku mampu dengan segala kelemahanku, aku bisa dengan segala kekuranganku, aku tetap yakin dengan segala keterbatasanku karena aku tau Engkau selalu bersamaku. Engkaulah Sang Pemberi Nikmat di Alam Semesta ini

Kamis, 22 Mei 2014

Rasa Dalam Diam

Aku sangat tau bisik dalam kalbuku
Cukuplah aku yang tau dan hanya aku
Rasa yang mulai tumbuh kala itu
Cukuplah aku yang tau dan hanya aku
Aku lebih memilih diam
Bukan berarti aku takut
Bukan berarti aku pengecut
Menjaga rasaku, rasamu bahkan mungkin rasa mereka
Mereka yang menaruh rasa yang sama denganku
Biarlah semua menjadi seperti ini
Entah sampai kapan akupun tak tau
Yang pasti tidak sekarang sebab

Tidak semua perasaan harus dikatakan sekarang juga

Rindu kekasihku

Teruntuk yang aku rindu
Masih adakah waktu untukku berjumpa?
Tak sabar ku menunggu kehadiranmu
Kekasihku.. damainya jiwaku saat bersamamu
Aku menunggumu selalu dan selalu
Kekasihku.. kehadiranmu bagai embun penyejuk kalbu
Coretan merah di angka yang tertera di kalender itulah saksi bisu
Semakin dekat waktu perjumpaanku denganmu
Kekasihku.. aku takut bilamana Tuhan tak mengijinkanku menyambut kedatanganmu

Andai Tuhan mengijinkan, aku selalu ingin bersamamu RAMADHANKU..


Sabtu, 25 Januari 2014

MISS YOU BROTHER

Kangeen sama abang.. 
Kangen belajar di kamarnya.. 
Kangen becanda bareng di kamarnya.. 
Kangen denger suara n tawanya.. 
Kangen cerita tentang temen2ku di kampus.. 
Kangen di anter n dijemput kuliah.. 
Kangen di marahi kalau nunggu aku kelamaan ke parkiran gara2 aku berduaan dlu ma s0meone..#ups :-D 
kangen ngomelin abang kalau aku brangkat kuliah kesiangan,dia mlah dgn santainya mainan hp.. 
kangen di sms "y0h" dan "balek jam piro".. 
kangen muter2 naek m0tor nyari jalan alternatif biar cpet nyampe tp adanya mlah nyasar..
kangen keujanan mpe basah kuyup gara2 jas ujan 1 buat berdua.. 
kangen nekat pulang kudus mlm2.. 
kangen tiap senin pagi kebut2an naek m0tor dari kudus mpe tembalang gara2 kuliah jam 7 tp jam 6 msh enak2an di rumah,tambah kebakaran jenggot kalau jalanan macet.. 
Sekarang adek uda belajar mandiri bang.. 
Adek ga cengeng lagi.. 
Adek ga manja lgi.. 
Adek berusaha ga gantungin orang lain.. 
Meski kadang terasa berat menjalani ini semua.. 
Tapi adek slu inget pesan abang "uwis gede kudu kendel,mandiri!" 
abang baek2 di sana yah, tetap semangaaaat 
sama2 qta jemput impian qta.. 
Buat bpk ibu menangis bahagia karena kesuksesan qta bang..AMIN.. 
Miss u abang kriwil :-* {}

Senin, 20 Januari 2014

HIKMAH SEBOTOL AIR MINERAL

Jika kita menolong dengan ikhlas pasti Allah akan membalasnya lebih dari yang kita bayangkan

Pertemuan yang tak pernah ku bayangkan sebelumnya. Apakah ini yang dinamakan kebetulan? Aku rasa tak ada yang kebetulan di dunia ini. Inilah cuplikan kisah nyata yang aku alami sendiri, Semoga bermanfaat dan dapat diambil hikmahnya oleh para pembaca.
Seharian masih berkutat dengan aktivitas kampus yang memaksaku pulang hingga sore hari. Tak masalah bagiku jika itu hari-hari biasa tapi ini H-1 Idul adha dan aku harus pulang ke kampung halamanku hari itu juga. Sial.. jarum jam  tangan  yang aku kenakan seolah berputar lebih cepat dibanding hari-hari sebelumnya. Dengan berbekal barang seadanya yang ada di dalam tas, aku buru-buru pulang ke kampung halamanku. Tas punggung  pink masih setia menemani perjalanan pulangku tanpa aku cek terlebih dahulu apakah ada barang tertinggal yang belum aku masukkan ke tas atau barang yang harus aku tinggal agar tak terlalu berat aku membawanya.
Perjalanan aku mulai dengan naik angkot, cukup lama aku menunggu angkot lewat tapi beruntung da satu angkot yang lewat. Tanpa pikir panjang akupun menaiki angkot itu. Setengah perjalanan aku mulai resah karena jalan yang dilalui nggag seperti biasanya. Astagaa.. ternyata angkot yang aku naikin beda jurusan. Hanya bisa pasrah dan berharap diberi petunjuk..(Amin..). Akhirnya ada sedikit angin segar yang mampu sedikit membuatku tenang, terdengar salah satu penumpang menanyakan tempat yang aku tuju dan sopirnya mengiyakan kalau pemberhentian terakhir memang ditempat yang aku tuju.
Setelah sekian lama berada di dalam angkot akhirnya aku sampai di tepat dimana aku menunggu bus yang akan menuju ke kota tempat tinggalku. Langit semakin gelap dan tak ada satupun bus yang lewat. Banyak juga orang-orang yang berdiri menunggu datangnya bus. Diantara orang-orang yang pada berdiri menunggu bus, mataku tiba-tiba mengarah pada seorang gadis berjilbab orange kira-kira seumuran denganku yang terlihat gelisah dan sibuk dengan Hpnya. Aku coba mendekat dan mengajaknya ngobrol. Dari perbincangan singkat itu aku jadi tau kalau ternyata dia bernama Wina seorang mahasiswi baru jurusan kedokteran gigi di salah satu universitas swasta di Semarang. Pantas saja dia terlihat gelisah karena biasanya dia dijempul oleh orang tuanya dan baru kali ini dia pulang sendirian.
Adzan magribpun telah berkumandang, tinggal kami berdua dan beberapa orang yang masih menunggu bus karena ada yang nekat nebeng truk agar bisa sampai ke tempat tujuan.
“Maaf..mbak puasa?” Tanya Wina
“Aku lagi halangan jadi nggag puasa, ini ada minum untuk membatalkan puasa.”  Jawabku sambil menawarkan sebotol air mineral yang belum sempat aku minum saat beli dikampus.
“Iya makasih mbak”
Kami masih berdiri menunggu bus lewat yang entah kapan datangnya. Terdengar alunan takbir berkumandang membuat aku semakin ingin cepat sampai di kampung halaman bertemu keluarga dan merayakan Idul Adha bersama. Masih terlihat muka Wina yang cemas. Berkali-kali orang tuanya menelfon Wina untuk memastikan bahwa anaknya baik-baik saja. Bahkan ortunya sempat pengen ngobrol ma aku agar menjaga dan menemani anaknya. Setelah berjam-jam menunggu akhirnya ada bus yang berhenti, meskipun bus itu sudah tak mampu lagi menampung orang yang berjubel tapi aku,wina dan penumpang lain tetap nekat menaiki bus tersebut. Walhasil kami hanya bisa berdiri didalam bus.
Meskipun sudah berada dalam bus namun aku agak cemas karena perjalananku nggag sampai disini saja. Aku harus turun diterminal dan pindah naik angkot. Padahal angkot yang menuju rumahku hanya ada sampai jam 5 sore. Aku mencoba menenangkan diri dan menghubungi orang tuaku agar di jemput diterminal. Ternyata aku lupa mengisi pulsa Hpku dan Hpku lowbet. Sialnya ditengah perjalanan Hpku mati dan aku nggag hafal nomor orangtuaku. Aku hanya pasrah entah ide gila apa yang akan muncul dalam otakku.
Akhirnya aku dan Wina sampai di terminal, terlihat kedua orang tua Wina sudah menunggu diluar mobil. Cukup senang melihat Wina sudah bertemu dengan orang tuanya yang artinya aku juga sudah selesai menjalankan tugasku untuk menjaga wina. Tapi.... gimana dengan nasibku? Jarak terminal dengan rumah masih sangat jauh.
“Makasih ya mbak sudah nemenin aku, mbak sudah dijemput?”
“Su..suu..sudah” (aku bingung entah siapa yang akan menjemputku)
“Saya anter aja ya dek, sudah malam” mamah Wina mencoba mengajakku
“Iya mbak ayo bareng aku aja pulangnya” tambah Wina
Akhirnya aku diantar oleh orangtuanya Wina sampai kerumah, diperjalanan sempat ngobrol panjang lebar dengan mamah dan papahnya Wina. Aku menemukan keluarga baru dan sahabat semalam heheheh....
Alhamdulillah Ya Allah.. dengan peristiwa itu aku belajar tentang keikhlasan “Allah Tidak Memandang Amalan Yang Banyak Tetapi Amalan Yang Ikhlas”



CUPLIKAN DARI CERPENKU ^--^

Awan hitam yang masih bergelayut di senja sore ini, seakan tak ingin memberikan kesempatan sang surya tuk menampakkan sinarnya dengan sempurna. Seperti sudah mendapat aba-aba, hujanpun turun dengan derasnya disertai hembusan angin yang sangat kencang. Suasana begitu sunyi, sepi yang memaksaku tuk mengingat kenangan indah cinta pertamaku 4 tahun yang lalu. Hujan selalu memberikan kenangan tersendiri untukku.
Terlalu panjang tuk menceritakan semuanya. Penyesalan memang selalu datang terlambat dan itu sangat menghantui kehidupanku. Kasih sayang ataukah kasihan? Terlalu sakit tuk mengingat kebodohan yang telah aku perbuat.

Tuhan memang tak menakdirkan kita bersama di dunia ini tapi senyum manismu... tawamu riangmu... kejahilan candamu... perjuanganmu mendapatkan cintaku... semangatmu melawan penyakit...tekadmu menjadi mualaf... kenangan bersamamu...dan suci tulus kasih sayangmu...akan tetep abadi dalam ingatanku...

Jumat, 03 Januari 2014

HARI YANG WeOWe

Aneh kan judulnya…?? (umh biasa aja ya kayaknya) udalah nggag penting bahas judul. Aku mau cerita, ehh curhat, ehh nulis, ehh nggag taulah nggag jelas banget. Pokoknya emang  WOW banget ..ngett..ngett (nyesel lho nggag baca :P) .Yang mau baca saya ucapkan terima kasih, yang nggag mau baca (bodo amat nggag ngaruh jua buat gue  :D). Cukup segini aje yee narasinye (ya kali cerpen), pemirsa udah pada penasaran kannnnn? hayo ngakuu.. yuk lansung ke topic utama ajee yee
 Pak dosen say “besok berangkat ke Wonosobo jam 7
Oke sip…!! Pasang alarm jam 5 biar nggag telaaat. Yes.. tumben mataku bisa di ajak kompromi, denger alarm langsung bangun ambil air wudhu  lanjut nglaksanain kewajiban sebagai seorang muslim.  Belum sampai selesai sholat dalam perut udah gonjang-ganjing, yaudah dzikirnya di jama’ aja. :D
WOW tahap pertama dimulai, hampir 1 jam berada di kamar mandi buat ***** (sensor aje yee nggag sopan pemirsa). Keluar kamar mandi, cek layar HP terpampang  06.15, omegos... walhasil pakai baju seadanya,pakai jilbab (taulah asal pake aja tapi tetep cantik ko hahaa). Tumben pagi-pagi hape penuh sms, bodo amat lah.. hanya 1 sms yang tak tanggepi “iyun nanti mampir kostku dulu ya”  Replay  “oke”. Soo..meluncuuur menuju tembalang dengan si Merah.
WOW tahap 2 berlanjut, maceeeeet..ohh..tidaaaak,sekarang jurus nekadkupun keluar. Nyelip-nyelip di antara motor, mobil, truk yang lagi pada baris kayak upacara kemerdekaan (padet banget pemirsa). Alhamdulillah aku bisa lolos dari padetnya kendaraan bermotor  yang baris. Tancap gasss..Alamak nyampe sigar bencah ada kecelakaan (nggag parah sih tapi kan bikin maceeeeet) dan itu sangat menyita waktuku. Nyampe kost si cantik ( ko sepii??), cek hape ada sms masuk “iyun masih lama? Langsung  ke kampus aja ya”. Buseeeet dah malah udah berangkat duluan nih temenku, Sempet liat layar hape terpampang nyata cetar membahana  06.59, Whaaaaaaaaaaat? so..tanpa mikir panjang, puter arah langsung menuju ke kampus. Alhamdulillah pak dosen belum  dateng.
Perjalanan di mulai!! 3 dosen dan 4 mahasiswa dalam 1 mobil meluncur ke Wonosobo (skip ajalah kelamaan). Perjalanan awal masih adem ayem, kita juga sarapan bareng di restoran (lupa namanya hehehe) tapi sempat bingung gara-gara tiap SPBU yang di lewati stok solarnya sudah habis semua.
WOW tahap ketiga di mulai saat memasuki daerah Wonosobo kebingungan mencari alamar menuju ke Dinas Koperasi UMKMnya. Sampai-sampai nglewati jalannya di ulang-ulang tapi akhirnya ketemu juga ko tempatnya haha. Sampai di sana hujan pemirsa, rombongan kita di sambut baik oleh ibu Normar. Pak dosen menjelaskan panjang lebar tentang niatan rombongan kita ke wonosobo. Akunya yang lagi pertama kali ikut dosen pengabdian masyakat nggag tau apa-apa, cuma bisa duduk manis mendengarkan obrolan antara dosen dan Ketua Dinas Koperasi UMKM. Lina temenku sudah siap kertas sama pulpen buat nyatet info apa saja yang di dapat. Maklumlah dia sudah pengalaman banget kalau masalah kayak gini. Dia sudah 7x di ajak dosen ke Wonosobo buat  kegiatan penelitian dan pengabdian . Cukup lama dan banyak hal yang di bicarakan. Dari pembicaraan yang saya dengar dapat saya simpulkan kalau ada semacam program Hi-Link yang merupakan program kerjasama antara perguruan tinggi dengan industry dan pemda ya pokoknya gitulah. Setelah obrolan dirasa cukup dan waktunya sangat terbatas rombongan kami mohon pamit dan melanjukan hunting alamat UKM yang akan di ajak kerjasama. Hujan masih setia mengiringi di setiap perjalanan kami (soooo,,sweeet).
Mendaki gunung lewati lembah...yah seperti itulah perjalanan mencari alamat UKM di daerah Wonosobo. Tapi perjalanannya naik mobil bukan lompat-lompat kayak ninja hatori hahaha..... setelah perjalanan panjang akhirnya nemu juga tuh alamat UKM pembuatan gula kelapa. Ternyata perjalanan panjang yang ditempul nggag sebanding dengan hasilnya. Rombongan kami sedikit kecewa karena saat itu lagi nggag produksi gula kelapanya. Alhasil kami hanya medengarkan penjelasan dari pemilik UKM dan melihat peralatan yang dipakai untuk membuat gula kelapa ternyata prosesnya masih primif pemirsa/jadoel getoooo #upss. Pak dosen juga sempet memborong gula kelapa untuk oleh-oleh buat kita Asiiiiikk..asiiiikkk..
Next... kita melanjutkan perjalanan ke UKM yang kedua. Tempatnya sangat terpencil bener-bener jauh dari pusat kota. Bahkan penerangan jalan sangat minim padahal jalanannya naik turun bukit. Berkali-kali mobil berhenti untuk menanyakan lokasi UKM tersebut. Hari semakin petang dan rombongan kami masih mencari alamat yang memang belum tau dimana keberadaannya. Ditambah mendung yang sangat gelap dan hujan yang masih setia mengiringi perjalanan kami. Sekitar jam 7 malam akhirnya rombongan kami sudah menemukan desa dimana UKM itu berada. Eiiittsssss...jangan seneng dulu, ternya kita harus jalan kaki lagi untuk sampai ke lokasi karena mobil tidak bisa masuk. Kami dan bapak ibu dosen memutuskan turun dari mobil dan hujan-hujanan untuk bisa sampai di lokasi tersebut.
Jreeeeennggg.... jreeennggggggggg... senyum sumringah terlukis di wajah kami saat melihat tulisan KUB MOKAF Annisa . Meskipun basah-basahan tak menyurutkan semangat kami tim pengabdian UNDIP (Ganbatte..Ganbatte...Ganbatte...!!!!!). Sesi bincang-bincang santaipun dimulai dengan suguhan segelas teh hangat dan berbagai olahan kue kering dari tepung mokaf (Alhamdulillahhh sebagai pengganjal perut). Oiye lupa ngasih tau kalo UKM yang kami kunjungi yang kedua ini yaitu UKM pembuatan tepung mokaf. Ada yang tau mokaf itu apa? Hayolohhhh... pada bingung kan? Aku juga awalnya nggag tau kok mokaf itu apa hahahaha....(jujur amat yak). Yaudah tak kasih tau yaa.. MOKAF itu Modified Cassava Flour atau gampangannye tepung singkong. Eiitsssss... tapi jangan salah tepung mokaf beda lho dengan tepung tapioka, walaupun sama-sama dari singkong tapi prosesnya beda karena ini menggunakan proses fermentasi dan pemanfaatannya juga beda. Lagi-lagi kami kecewa karena tak dapat melihat proses pembuatannya karena waktunya yang tidak tepat. Kami hanya diperlihatkan hasil fermentasi chips singkongnya saja dan peralatan-peralatan yang digunakan. Kalo dari hasil tepung yang gue liat ternyata nggag beda jauh sih ma tepung-tepung yang lain. (Yakali namanya aja tepung #Pftttttt).
Karena waktu sudah semakin malam rombongan kami mengakhiri kunjungan ini dan pamit pulang. Ternyata pemilik UKMnya pengertian juga and then kami dikasih oleh-oleh berbagai cemilan hasil produksi mereka (horeeeee...dapat oleh-oleh lagi). Kamipun kembali ke Semarang dengan ilmu, pengalaman, perjuangan, kebersamaan dan tentunya capek yang teramat sangat.
WOW tahap keempat ternyata masih ada. Apakah itu?
Yappp... saat kami terlelap di dalam mobil ternyata ditengah perjalanan ban mobil yang kami naiki bocor pemirsa. Astagfirullaahhhhh.... padahal medan jalan itu nanjak dan kanan kiri hanya ada jurang dan pohon-pohon disepanjang jalan. Kamipun semua turun dari mobil dan dengan sigapnya bapak dosen mengganti ban mobil tersebut dengan dibantu 2 mahasiswa mesin yang ikut rombongan. Karena gue cewe jadi gue cuma bisa nonton dan berharap diberi kemudahan (Amin ya Allah J). Hampir satu jam pak dosen dan 2 temen saya susah payah mengganti ban mobil, berkotor-kotor ria, hujan-hujanan alhamdulillah selesai juga. Perjalanan pun dilanjutkan kembali dan pukul 01.00 baru sampai Semarang. Alhamdulillah... semoga program Hi-Linknya lolos Amin...
########WOW TAMBAHAN########
Bapak dosen mengantarkan aku dan lina ke kosannya lina. Baru tidur sebentar tiba-tiba aku keinget sama motor yang aku titipin.  Karena aku berngkatnya pagi banget jadi motorku tak taruh di parkiran kampus. aku titipin kunci motor ke temen aku supaya dikasihin ke pacarku.  Kira-kira jam 3 malam aku sms temen yang aku titipin kunci motor, alhamdulillah di bales tapi betapa terkejutnya aku saat dia bilang kunci motorku dikasihkan ke Ririn bukan ke pacarku. Seketika itu juga aku mulai resah karena keberadaan motorku yang nggag jelas. Akhirnya aku sms Ririn ternyata nggag ada balasan, baru pukul 5.30 dia bales smsku. “kunci motormu ada di aku yun” Replay “ lha motornya dimana? Ternyata lama juga balesnya tuh anak. Alhamdulillah Ririn balas lagi “aku nggag tau motormu dimana, aku cuma dititipin kunci”. Ya Allahhhhhh... pikiranku benar-benar nggag karuan, apakah motorku masih di kampus? Atau (akh..pikiran negatif memenuhi otakku).
Nggag mungkin aku jalan kaki ke kampus karena jarak kosan Lina jauh banget dari kampus. Ternyat disaat genting aku amsih bisa berfikiran jernih, aku telfon temen yang kosannya paling dekat dengan kampus agar mengecek apakah motorku masih ada. Berkali-kali aku telfon ternyata ga ada jawaban. Aku telfon temen yang lain, Iya diangkat tapiiii.... tu orang malah nglindur nggag jelas ngomong apa. Bingung....Gelisah...Pusing semalaman nggag tidur....campur ada sampai aku sudah tak punya tenaga. Setelah menunggu lama dalam kecemasan akhirnya da sms masuk “ada 1 motor  di pakiran moi merah plat nomor xxxxx, itu punya kamu?”
Alhamdulillah motorku masih ada padahal kampusku rawan sekali apalagi motor ditinggal semalaman di tempat lapang nggaga ada yang jaga. Belum berhenti disitu saja, aku belum bisa mengambil motorku karena kuncinya ada di ririn sedangkan ririn tidak ngekost dan jarak tempat tinggalnya sangat jauh dari kampus dan itu pas hari libur kuliah. Apa iya motorku harus bermalam lagi dikampus? Untung ada temen yang amu mengambilkan kunci motorku dirumah ririn. Walhasil malam hari aku baru bisa menaiki si merah lagi. Peluk cium buat si merah :* ({}). SEKIAAAAN...... INI CERITAKU MANA CERITAMU???

Kesepian

Siapa yang tak mengenal kata tersebut??
Meskipun asumsi orang berbeda-beda dengan kata tersebut
Tak bisa di pungkiri  semua orang pasti pernah merasakannya
begitu pula aku..
Saat dimana kita benar-benar merasa sendiri meskipun berada dalam keramaian
Kesepian tak pernah mengenal waktu..
Yaa.. kesepian bisa melanda orang kapan saja
saat cerah di pagi hari
saat terik di siang hari,
 saat senja di sore hari
dan saat gelap di malam hari
kesepian bukan berarti tak punya keluarga
kesepian bukan berarti tak punya teman
lantas apa yang membuat seseorang merasa kesepian??’



MBUH AKU YO ORA NGERTI…..HEHEHE…