Jumat, 30 Mei 2014
Teka Teki Virus Merah Jambu
Tak
bisa dipungkiri saat hati berbicara selalu ada kisah baru yang hadir menghiasi
hidup kita. Lagi-lagi suara hati ini beradu dengan kenyataan, apakah aku salah
jika menaruh rasa dengannya? Bukankah cinta itu anugrah dari Sang Maha Cinta
yaitu Allah? Sesungguhnya aku tak ingin mencintai seseorang melebihi cintaku kepada Allah. Entah mengapa
aku mulai bertanya pada diriku sendiri apa itu cinta dan ingin tau lebih banyak
tentang cinta. Apakah cinta sama halnya dengan suara hati ini yang kian hari
terasa menyesakkan dada? Akupun tak tahu sejak kapan merasakan perubahan
gejolak hati yang semakin meletup-letup. Aku tahu kita mencinta atau memberi
siapa saja dan apa saja itu semua karena Allah.Tapi kenapa wajah itu, senyum
itu, selalu terbayang dalam ingatanku, perangainya yang wibawa tapi tetap
memancarkan kelembutan, santun perkataanya, ramah terhadap sesama, jiwa
penolong yang sepertinya sudah melekat dalam dirinya. Aku takut rasa ini
membuatku jauh dariMU, Yaa Allah maafkan aku dengan segala rasaku ini. Aku tak
tau harus kepada siapa ku mengadu tentang virus merah jambu yang kian hari kian
menyesakkan qalbu. ku hanya mampu menengadahkan kedua tangan disepertiga malamMU.
Sesekali ku coba menyeka air mata yang tak hentinya mengalir membasahi pipiku
yang tak kuasa menahan teka teki hati yang tak mampu ku pecahkan. Jika sosok
itulah yang engkau pilihkan untukku, jagalah rasaku dan rasanya agar tetap
istiqomah dijalanmu hingga suatu saat Engkau menyatukan kami di jalan yang
telah Engaku ridhoi. Amin..
Cermin Kelam
“Nduk
cariin suratnya ada di tumpukan lemari paling atas...”
Tumpukan
map berisi kertas yang warnanya mulai usang , bau yang tidak sedap menandakan
umur tumpukan kertas itu sudah bertahun-tahun lamanya. Debu yang dari awal
mengusik bulu-bulu hidung untuk bekerja lebih ekstra menyaring kotoran membuatku
bersin berkali lipat dari biasanya.
“Nduk
sudah ketemu suratnya?”
Lamat-lamat
terdengar suara lembut dari ruang tamu untuk memastikan apakah aku sudah menemukan
apa yang beliau inginkan. Ahhh..seandainya saja surat itu nggag dibutuhkan
sekali oleh ibu, enggan sekali rasanya membuka lemari yang hanya berisi
tumpukan kertas yang entah sejak kapan berada disini atau mungkin sudah ada
sebelum aku dilahirkan. Satu persatu map yang berisi tumpukan kertas ku
turunkan dari lemari agar aku lebih mudah mencarinya. Satu.. Dua.. Lima..
Tujuh.. ahhh.. sudah tujuh map yang aku turunkan tapi tak ada satupun yang di
dalamnya berisi surat yang aku cari.
Entah
bisikan apa yang membuat bola mataku melirik amplop besar warna coklat yang
berada di tumpukan paling bawah. Seolah amplop
coklat itu menghipnotisku melupakan tujuan utama mencari surat untuk ibu.
Perlahan kucoba menariknya agar tumpukan diatasnya tak jatuh berserakan. Baru
setengah aku menariknya terpampang tulisan RS. Mardi**** CT Scan Torax. Tulisan itu seolah membawaku ke lorong waktu yang
sebenarnya sangat aku benci. Dengan sedikit tenaga ekstra ku tarik amplop
coklat yang berjumlah 12 buah dengan tulisan yang sama. Tanganku kelu, lemas,
gemetaran saat membuka amplop dan melihat isinya.
Ya
Allah apakah ini cermin hidupku?
Apakah
ini teguran bagiku yang melupakan nikmat yang telah engkau berikan setelah
waktu itu?
Iyaa...waktu
itu...!!! saat itu...!!!
Waktu..
dimana semua impianku meredup seperti nyala api lilin yang semakin berkurang,
tak ada semangat. Impian seorang anak muda yang seolah harus terhenti karena
fonis penyakit yang selama ini tak pernah dia bayangkan sebelumnya. Seketika
membuat hidupku kosong tak tau arah.
Saat..
masa muda yang penuh keceriaan harus ku lalui dalam belenggu rumah sakit, obat,
suntikan di sekujur tubuh, keluar masuk ruang radiologi.
Apakah
ini caraMU mengingtkanku Ya Allah?
Mengingatkan
betapa berharganya kesempatan setiap tarikan nafas yang telah engkau berikan
setelah virus putus asa hampir memenuhi batinku seperti penyakit yang memenuhi
ragaku.
Tapi
dibalik itu semua aku sadar, inilah cerminku, cermin dimasa kelam yang
membuatku sadar aku bukanlah apa-apa tanpaMU, inilah aku yang sekarang, aku
dengan segala anugerah terindah yang telah Engkau berikan kepadaku. Aku mampu
dengan segala kelemahanku, aku bisa dengan segala kekuranganku, aku tetap yakin
dengan segala keterbatasanku karena aku tau Engkau selalu bersamaku. Engkaulah
Sang Pemberi Nikmat di Alam Semesta ini
Kamis, 22 Mei 2014
Rasa Dalam Diam
Aku
sangat tau bisik dalam kalbuku
Cukuplah
aku yang tau dan hanya aku
Rasa
yang mulai tumbuh kala itu
Cukuplah
aku yang tau dan hanya aku
Aku
lebih memilih diam
Bukan
berarti aku takut
Bukan
berarti aku pengecut
Menjaga
rasaku, rasamu bahkan mungkin rasa mereka
Mereka
yang menaruh rasa yang sama denganku
Biarlah
semua menjadi seperti ini
Entah
sampai kapan akupun tak tau
Yang
pasti tidak sekarang sebab
Tidak
semua perasaan harus dikatakan sekarang juga
Rindu kekasihku
Teruntuk
yang aku rindu
Masih
adakah waktu untukku berjumpa?
Tak
sabar ku menunggu kehadiranmu
Kekasihku..
damainya jiwaku saat bersamamu
Aku
menunggumu selalu dan selalu
Kekasihku..
kehadiranmu bagai embun penyejuk kalbu
Coretan
merah di angka yang tertera di kalender itulah saksi bisu
Semakin
dekat waktu perjumpaanku denganmu
Kekasihku..
aku takut bilamana Tuhan tak mengijinkanku menyambut kedatanganmu
Andai
Tuhan mengijinkan, aku selalu ingin bersamamu RAMADHANKU..
Sabtu, 25 Januari 2014
MISS YOU BROTHER
Kangeen sama abang..
Kangen belajar di kamarnya..
Kangen becanda bareng di kamarnya..
Kangen denger suara n tawanya..
Kangen cerita tentang temen2ku di kampus..
Kangen di anter n dijemput kuliah..
Kangen di marahi kalau nunggu aku kelamaan ke parkiran gara2 aku berduaan dlu ma s0meone..#ups :-D
kangen ngomelin abang kalau aku brangkat kuliah kesiangan,dia mlah dgn santainya mainan hp..
kangen di sms "y0h" dan "balek jam piro"..
kangen muter2 naek m0tor nyari jalan alternatif biar cpet nyampe tp adanya mlah nyasar..
kangen keujanan mpe basah kuyup gara2 jas ujan 1 buat berdua..
kangen nekat pulang kudus mlm2..
kangen tiap senin pagi kebut2an naek m0tor dari kudus mpe tembalang gara2 kuliah jam 7 tp jam 6 msh enak2an di rumah,tambah kebakaran jenggot kalau jalanan macet..
Sekarang adek uda belajar mandiri bang..
Adek ga cengeng lagi..
Adek ga manja lgi..
Adek berusaha ga gantungin orang lain..
Meski kadang terasa berat menjalani ini semua..
Tapi adek slu inget pesan abang "uwis gede kudu kendel,mandiri!"
abang baek2 di sana yah, tetap semangaaaat
sama2 qta jemput impian qta..
Buat bpk ibu menangis bahagia karena kesuksesan qta bang..AMIN..
Miss u abang kriwil :-* {}
Kangen belajar di kamarnya..
Kangen becanda bareng di kamarnya..
Kangen denger suara n tawanya..
Kangen cerita tentang temen2ku di kampus..
Kangen di anter n dijemput kuliah..
Kangen di marahi kalau nunggu aku kelamaan ke parkiran gara2 aku berduaan dlu ma s0meone..#ups :-D
kangen ngomelin abang kalau aku brangkat kuliah kesiangan,dia mlah dgn santainya mainan hp..
kangen di sms "y0h" dan "balek jam piro"..
kangen muter2 naek m0tor nyari jalan alternatif biar cpet nyampe tp adanya mlah nyasar..
kangen keujanan mpe basah kuyup gara2 jas ujan 1 buat berdua..
kangen nekat pulang kudus mlm2..
kangen tiap senin pagi kebut2an naek m0tor dari kudus mpe tembalang gara2 kuliah jam 7 tp jam 6 msh enak2an di rumah,tambah kebakaran jenggot kalau jalanan macet..
Sekarang adek uda belajar mandiri bang..
Adek ga cengeng lagi..
Adek ga manja lgi..
Adek berusaha ga gantungin orang lain..
Meski kadang terasa berat menjalani ini semua..
Tapi adek slu inget pesan abang "uwis gede kudu kendel,mandiri!"
abang baek2 di sana yah, tetap semangaaaat
sama2 qta jemput impian qta..
Buat bpk ibu menangis bahagia karena kesuksesan qta bang..AMIN..
Miss u abang kriwil :-* {}
Senin, 20 Januari 2014
HIKMAH SEBOTOL AIR MINERAL
Jika kita
menolong dengan ikhlas pasti Allah akan membalasnya lebih dari yang kita
bayangkan
Pertemuan
yang tak pernah ku bayangkan sebelumnya. Apakah ini yang dinamakan kebetulan? Aku
rasa tak ada yang kebetulan di dunia ini. Inilah cuplikan kisah nyata yang aku
alami sendiri, Semoga bermanfaat dan dapat diambil hikmahnya oleh para pembaca.
Seharian
masih berkutat dengan aktivitas kampus yang memaksaku pulang hingga sore hari. Tak
masalah bagiku jika itu hari-hari biasa tapi ini H-1 Idul adha dan aku harus
pulang ke kampung halamanku hari itu juga. Sial.. jarum jam tangan yang
aku kenakan seolah berputar lebih cepat dibanding hari-hari sebelumnya. Dengan berbekal
barang seadanya yang ada di dalam tas, aku buru-buru pulang ke kampung
halamanku. Tas punggung pink masih setia
menemani perjalanan pulangku tanpa aku cek terlebih dahulu apakah ada barang
tertinggal yang belum aku masukkan ke tas atau barang yang harus aku tinggal
agar tak terlalu berat aku membawanya.
Perjalanan
aku mulai dengan naik angkot, cukup lama aku menunggu angkot lewat tapi
beruntung da satu angkot yang lewat. Tanpa pikir panjang akupun menaiki angkot
itu. Setengah perjalanan aku mulai resah karena jalan yang dilalui nggag
seperti biasanya. Astagaa.. ternyata angkot yang aku naikin beda jurusan. Hanya
bisa pasrah dan berharap diberi petunjuk..(Amin..). Akhirnya ada sedikit angin
segar yang mampu sedikit membuatku tenang, terdengar salah satu penumpang menanyakan
tempat yang aku tuju dan sopirnya mengiyakan kalau pemberhentian terakhir
memang ditempat yang aku tuju.
Setelah
sekian lama berada di dalam angkot akhirnya aku sampai di tepat dimana aku
menunggu bus yang akan menuju ke kota tempat tinggalku. Langit semakin gelap
dan tak ada satupun bus yang lewat. Banyak juga orang-orang yang berdiri
menunggu datangnya bus. Diantara orang-orang yang pada berdiri menunggu bus,
mataku tiba-tiba mengarah pada seorang gadis berjilbab orange kira-kira seumuran
denganku yang terlihat gelisah dan sibuk dengan Hpnya. Aku coba mendekat dan
mengajaknya ngobrol. Dari perbincangan singkat itu aku jadi tau kalau ternyata
dia bernama Wina seorang mahasiswi baru jurusan kedokteran gigi di salah satu
universitas swasta di Semarang. Pantas saja dia terlihat gelisah karena biasanya
dia dijempul oleh orang tuanya dan baru kali ini dia pulang sendirian.
Adzan
magribpun telah berkumandang, tinggal kami berdua dan beberapa orang yang masih
menunggu bus karena ada yang nekat nebeng truk agar bisa sampai ke tempat tujuan.
“Maaf..mbak
puasa?” Tanya Wina
“Aku
lagi halangan jadi nggag puasa, ini ada minum untuk membatalkan puasa.” Jawabku sambil menawarkan sebotol air mineral
yang belum sempat aku minum saat beli dikampus.
“Iya
makasih mbak”
Kami
masih berdiri menunggu bus lewat yang entah kapan datangnya. Terdengar alunan
takbir berkumandang membuat aku semakin ingin cepat sampai di kampung halaman
bertemu keluarga dan merayakan Idul Adha bersama. Masih terlihat muka Wina yang
cemas. Berkali-kali orang tuanya menelfon Wina untuk memastikan bahwa anaknya
baik-baik saja. Bahkan ortunya sempat pengen ngobrol ma aku agar menjaga dan
menemani anaknya. Setelah berjam-jam menunggu akhirnya ada bus yang berhenti,
meskipun bus itu sudah tak mampu lagi menampung orang yang berjubel tapi aku,wina
dan penumpang lain tetap nekat menaiki bus tersebut. Walhasil kami hanya bisa
berdiri didalam bus.
Meskipun
sudah berada dalam bus namun aku agak cemas karena perjalananku nggag sampai
disini saja. Aku harus turun diterminal dan pindah naik angkot. Padahal angkot
yang menuju rumahku hanya ada sampai jam 5 sore. Aku mencoba menenangkan diri
dan menghubungi orang tuaku agar di jemput diterminal. Ternyata aku lupa
mengisi pulsa Hpku dan Hpku lowbet. Sialnya ditengah perjalanan Hpku mati dan
aku nggag hafal nomor orangtuaku. Aku hanya pasrah entah ide gila apa yang akan
muncul dalam otakku.
Akhirnya
aku dan Wina sampai di terminal, terlihat kedua orang tua Wina sudah menunggu
diluar mobil. Cukup senang melihat Wina sudah bertemu dengan orang tuanya yang
artinya aku juga sudah selesai menjalankan tugasku untuk menjaga wina. Tapi....
gimana dengan nasibku? Jarak terminal dengan rumah masih sangat jauh.
“Makasih
ya mbak sudah nemenin aku, mbak sudah dijemput?”
“Su..suu..sudah”
(aku bingung entah siapa yang akan menjemputku)
“Saya
anter aja ya dek, sudah malam” mamah Wina mencoba mengajakku
“Iya
mbak ayo bareng aku aja pulangnya” tambah Wina
Akhirnya
aku diantar oleh orangtuanya Wina sampai kerumah, diperjalanan sempat ngobrol
panjang lebar dengan mamah dan papahnya Wina. Aku menemukan keluarga baru dan
sahabat semalam heheheh....
Alhamdulillah
Ya Allah.. dengan peristiwa itu aku belajar tentang keikhlasan “Allah
Tidak Memandang Amalan Yang Banyak Tetapi Amalan Yang Ikhlas”
CUPLIKAN DARI CERPENKU ^--^
Awan hitam yang
masih bergelayut di senja sore ini, seakan tak ingin
memberikan kesempatan sang surya tuk menampakkan sinarnya dengan sempurna. Seperti sudah
mendapat aba-aba, hujanpun turun dengan derasnya disertai hembusan angin yang sangat kencang. Suasana begitu sunyi, sepi yang memaksaku tuk mengingat
kenangan indah cinta pertamaku 4 tahun yang lalu. Hujan selalu memberikan
kenangan tersendiri untukku.
Terlalu panjang tuk menceritakan semuanya. Penyesalan
memang selalu datang terlambat dan itu sangat menghantui kehidupanku. Kasih sayang ataukah kasihan? Terlalu sakit
tuk mengingat kebodohan yang telah aku
perbuat.
Tuhan memang tak
menakdirkan kita bersama di dunia ini tapi senyum manismu... tawamu riangmu... kejahilan candamu...
perjuanganmu mendapatkan cintaku... semangatmu melawan penyakit...tekadmu
menjadi mualaf... kenangan bersamamu...dan suci tulus kasih sayangmu...akan
tetep abadi dalam ingatanku...
Jumat, 03 Januari 2014
HARI YANG WeOWe
Aneh kan judulnya…?? (umh biasa aja ya kayaknya)
udalah nggag penting bahas judul. Aku mau cerita, ehh curhat, ehh nulis, ehh
nggag taulah nggag jelas banget. Pokoknya emang
WOW banget ..ngett..ngett (nyesel lho nggag baca :P) .Yang mau baca saya
ucapkan terima kasih, yang
nggag mau baca (bodo amat nggag ngaruh jua buat gue :D). Cukup segini aje yee narasinye (ya kali cerpen), pemirsa udah pada
penasaran kannnnn? hayo ngakuu.. yuk lansung ke topic utama ajee yee
Pak dosen say “besok berangkat ke Wonosobo jam 7”
Oke sip…!! Pasang alarm jam 5 biar nggag telaaat.
Yes.. tumben
mataku bisa di ajak kompromi, denger alarm langsung bangun ambil air wudhu lanjut nglaksanain kewajiban sebagai seorang
muslim. Belum sampai selesai sholat
dalam perut udah gonjang-ganjing, yaudah dzikirnya di jama’ aja. :D
WOW tahap pertama dimulai, hampir 1 jam berada di
kamar mandi buat ***** (sensor aje yee nggag sopan pemirsa). Keluar kamar mandi,
cek layar HP terpampang 06.15, omegos... walhasil pakai baju
seadanya,pakai jilbab (taulah asal pake aja tapi tetep cantik ko hahaa). Tumben
pagi-pagi hape penuh sms, bodo amat lah.. hanya 1 sms yang tak tanggepi “iyun
nanti mampir kostku dulu ya” Replay
“oke”. Soo..meluncuuur menuju tembalang dengan si Merah.
WOW tahap 2 berlanjut,
maceeeeet..ohh..tidaaaak,sekarang jurus nekadkupun keluar. Nyelip-nyelip di
antara motor, mobil, truk yang lagi pada
baris kayak upacara kemerdekaan (padet banget pemirsa). Alhamdulillah aku bisa
lolos dari padetnya kendaraan bermotor
yang baris. Tancap gasss..Alamak nyampe sigar bencah ada kecelakaan
(nggag parah sih tapi kan bikin maceeeeet) dan itu sangat menyita waktuku.
Nyampe kost si cantik ( ko sepii??), cek hape ada sms masuk “iyun masih lama?
Langsung ke kampus aja ya”. Buseeeet dah malah udah berangkat duluan nih temenku, Sempet
liat layar hape terpampang nyata cetar membahana 06.59, Whaaaaaaaaaaat? so..tanpa mikir
panjang, puter arah langsung menuju ke kampus. Alhamdulillah pak dosen belum dateng.
Perjalanan di mulai!! 3 dosen dan 4 mahasiswa dalam
1 mobil meluncur ke Wonosobo
(skip ajalah kelamaan). Perjalanan awal masih adem ayem, kita juga sarapan
bareng di restoran (lupa namanya hehehe) tapi sempat bingung gara-gara tiap
SPBU yang di lewati stok solarnya sudah habis semua.
WOW tahap ketiga di mulai saat memasuki daerah Wonosobo kebingungan mencari
alamar menuju ke Dinas Koperasi UMKMnya. Sampai-sampai
nglewati jalannya di ulang-ulang tapi akhirnya ketemu juga ko tempatnya haha.
Sampai di sana hujan pemirsa, rombongan kita di sambut baik oleh ibu Normar. Pak dosen
menjelaskan panjang lebar tentang niatan rombongan kita ke wonosobo. Akunya
yang lagi pertama kali ikut dosen pengabdian masyakat nggag tau apa-apa, cuma bisa duduk manis
mendengarkan obrolan antara dosen dan Ketua
Dinas Koperasi UMKM. Lina
temenku sudah siap kertas sama pulpen buat nyatet info apa saja yang di dapat.
Maklumlah dia sudah pengalaman banget kalau masalah kayak gini. Dia sudah 7x di
ajak dosen ke Wonosobo
buat kegiatan penelitian dan pengabdian .
Cukup lama dan banyak hal yang di bicarakan. Dari pembicaraan yang saya dengar
dapat saya simpulkan kalau ada semacam program Hi-Link yang merupakan program
kerjasama antara perguruan tinggi dengan industry dan pemda ya pokoknya gitulah. Setelah
obrolan dirasa cukup dan waktunya sangat terbatas rombongan kami mohon pamit
dan melanjukan hunting alamat UKM yang akan di ajak kerjasama. Hujan masih
setia mengiringi di setiap perjalanan kami
(soooo,,sweeet).
Mendaki gunung lewati lembah...yah seperti itulah
perjalanan mencari alamat UKM di daerah Wonosobo. Tapi perjalanannya naik mobil
bukan lompat-lompat kayak ninja hatori hahaha..... setelah perjalanan panjang
akhirnya nemu juga tuh alamat UKM pembuatan gula kelapa. Ternyata perjalanan
panjang yang ditempul nggag sebanding dengan hasilnya. Rombongan kami sedikit
kecewa karena saat itu lagi nggag produksi gula kelapanya. Alhasil kami hanya
medengarkan penjelasan dari pemilik UKM dan melihat peralatan yang dipakai untuk
membuat gula kelapa ternyata prosesnya masih primif pemirsa/jadoel getoooo
#upss. Pak dosen juga sempet memborong gula kelapa untuk oleh-oleh buat kita
Asiiiiikk..asiiiikkk..
Next... kita melanjutkan perjalanan ke UKM yang kedua. Tempatnya
sangat terpencil bener-bener jauh dari pusat kota. Bahkan penerangan jalan
sangat minim padahal jalanannya naik turun bukit. Berkali-kali mobil berhenti
untuk menanyakan lokasi UKM tersebut. Hari semakin petang dan rombongan kami
masih mencari alamat yang memang belum tau dimana keberadaannya. Ditambah mendung
yang sangat gelap dan hujan yang masih setia mengiringi perjalanan kami. Sekitar
jam 7 malam akhirnya rombongan kami sudah menemukan desa dimana UKM itu berada.
Eiiittsssss...jangan seneng dulu, ternya kita harus jalan kaki lagi untuk
sampai ke lokasi karena mobil tidak bisa masuk. Kami dan bapak ibu dosen
memutuskan turun dari mobil dan hujan-hujanan untuk bisa sampai di lokasi
tersebut.
Jreeeeennggg.... jreeennggggggggg... senyum sumringah
terlukis di wajah kami saat melihat tulisan KUB MOKAF Annisa . Meskipun basah-basahan
tak menyurutkan semangat kami tim pengabdian UNDIP (Ganbatte..Ganbatte...Ganbatte...!!!!!).
Sesi bincang-bincang santaipun dimulai dengan suguhan segelas teh hangat dan berbagai
olahan kue kering dari tepung mokaf (Alhamdulillahhh sebagai pengganjal perut).
Oiye lupa ngasih tau kalo UKM yang kami kunjungi yang kedua ini yaitu UKM pembuatan
tepung mokaf. Ada yang tau mokaf itu apa? Hayolohhhh... pada bingung kan? Aku juga
awalnya nggag tau kok mokaf itu apa hahahaha....(jujur amat yak). Yaudah tak
kasih tau yaa.. MOKAF itu Modified Cassava Flour atau gampangannye tepung
singkong. Eiitsssss... tapi jangan salah tepung mokaf beda lho dengan tepung
tapioka, walaupun sama-sama dari singkong tapi prosesnya beda karena ini
menggunakan proses fermentasi dan pemanfaatannya juga beda. Lagi-lagi kami
kecewa karena tak dapat melihat proses pembuatannya karena waktunya yang tidak
tepat. Kami hanya diperlihatkan hasil fermentasi chips singkongnya saja dan
peralatan-peralatan yang digunakan. Kalo dari hasil tepung yang gue liat
ternyata nggag beda jauh sih ma tepung-tepung yang lain. (Yakali namanya aja
tepung #Pftttttt).
Karena waktu sudah semakin malam rombongan kami
mengakhiri kunjungan ini dan pamit pulang. Ternyata pemilik UKMnya pengertian juga
and then kami dikasih oleh-oleh berbagai cemilan hasil produksi mereka
(horeeeee...dapat oleh-oleh lagi). Kamipun kembali ke Semarang dengan ilmu, pengalaman,
perjuangan, kebersamaan dan tentunya capek yang teramat sangat.
WOW tahap keempat ternyata masih ada. Apakah itu?
Yappp... saat kami terlelap di dalam mobil ternyata
ditengah perjalanan ban mobil yang kami naiki bocor pemirsa. Astagfirullaahhhhh....
padahal medan jalan itu nanjak dan kanan kiri hanya ada jurang dan pohon-pohon
disepanjang jalan. Kamipun semua turun dari mobil dan dengan sigapnya bapak
dosen mengganti ban mobil tersebut dengan dibantu 2 mahasiswa mesin yang ikut
rombongan. Karena gue cewe jadi gue cuma bisa nonton dan berharap diberi
kemudahan (Amin ya Allah J). Hampir satu jam pak dosen dan 2 temen saya susah payah
mengganti ban mobil, berkotor-kotor ria, hujan-hujanan alhamdulillah selesai
juga. Perjalanan pun dilanjutkan kembali dan pukul 01.00 baru sampai Semarang. Alhamdulillah...
semoga program Hi-Linknya lolos Amin...
########WOW TAMBAHAN########
Bapak dosen mengantarkan aku dan lina ke kosannya lina. Baru
tidur sebentar tiba-tiba aku keinget sama motor yang aku titipin. Karena aku berngkatnya pagi banget jadi
motorku tak taruh di parkiran kampus. aku titipin kunci motor ke temen aku
supaya dikasihin ke pacarku. Kira-kira
jam 3 malam aku sms temen yang aku titipin kunci motor, alhamdulillah di bales
tapi betapa terkejutnya aku saat dia bilang kunci motorku dikasihkan ke Ririn
bukan ke pacarku. Seketika itu juga aku mulai resah karena keberadaan motorku
yang nggag jelas. Akhirnya aku sms Ririn ternyata nggag ada balasan, baru pukul
5.30 dia bales smsku. “kunci motormu ada di aku yun” Replay “ lha motornya dimana? Ternyata lama juga balesnya tuh anak.
Alhamdulillah Ririn balas lagi “aku nggag tau motormu dimana, aku cuma dititipin
kunci”. Ya Allahhhhhh... pikiranku benar-benar nggag karuan, apakah motorku
masih di kampus? Atau (akh..pikiran negatif memenuhi otakku).
Nggag mungkin aku jalan kaki ke kampus karena jarak kosan
Lina jauh banget dari kampus. Ternyat disaat genting aku amsih bisa berfikiran
jernih, aku telfon temen yang kosannya paling dekat dengan kampus agar mengecek
apakah motorku masih ada. Berkali-kali aku telfon ternyata ga ada jawaban. Aku telfon
temen yang lain, Iya diangkat tapiiii.... tu orang malah nglindur nggag jelas
ngomong apa. Bingung....Gelisah...Pusing semalaman nggag tidur....campur ada
sampai aku sudah tak punya tenaga. Setelah menunggu lama dalam kecemasan
akhirnya da sms masuk “ada 1 motor di
pakiran moi merah plat nomor xxxxx, itu punya kamu?”
Alhamdulillah motorku masih ada padahal kampusku rawan
sekali apalagi motor ditinggal semalaman di tempat lapang nggaga ada yang jaga.
Belum berhenti disitu saja, aku belum bisa mengambil motorku karena kuncinya
ada di ririn sedangkan ririn tidak ngekost dan jarak tempat tinggalnya sangat
jauh dari kampus dan itu pas hari libur kuliah. Apa iya motorku harus bermalam
lagi dikampus? Untung ada temen yang amu mengambilkan kunci motorku dirumah
ririn. Walhasil malam hari aku baru bisa menaiki si merah lagi. Peluk cium buat
si merah :* ({}). SEKIAAAAN...... INI CERITAKU MANA CERITAMU???
Kesepian
Siapa
yang tak mengenal kata tersebut??
Meskipun
asumsi orang berbeda-beda dengan kata tersebut
Tak bisa di
pungkiri semua orang pasti pernah
merasakannya
begitu
pula aku..
Saat
dimana kita benar-benar merasa sendiri meskipun berada dalam keramaian
Kesepian
tak pernah mengenal waktu..
Yaa..
kesepian bisa melanda orang kapan saja
saat
cerah di pagi hari
saat
terik di siang hari,
saat senja di sore hari
dan
saat gelap di malam hari
kesepian
bukan berarti tak punya keluarga
kesepian
bukan berarti tak punya teman
lantas
apa yang membuat seseorang merasa kesepian??’
MBUH
AKU YO ORA NGERTI…..HEHEHE…
Langganan:
Postingan (Atom)







