Rabu, 17 Oktober 2012
PRODUKSI ENZIM PROTEASE DARI Bacillus Subtilis
Bacillus subtilis termasuk jenis
Bacillus. Bakteri ini termasuk bakteri gram positif, katalase positif
yang umum ditemukan di tanah. Bacillus subtilis mempunyai kemampuan
untuk membentuk endospora yang protektif yang memberi kemampuan bakteri
tersebut mentolerir keadaan yang ekstrim. Bacillus subtilis diklasifikasikan
sebagai obligat anaerob. Bacillus
subtilis selnya berbentuk basil, ada yang tebal dan yang tipis.
Biasanya bentuk rantai atau terpisah. Sebagian motil dan adapula yang non
motil. Semua membentuk endospora yang berbentuk bulat dan oval
Baccillus subtlis
merupakan jenis kelompok bakteri termofilik yang dapat tumbuh pada kisaran suhu
45 °C – 55 °C dan mempunyai pertumbuhan suhu optimum pada suhu 60°C–80°C. B. subtilis dapat
memproduksi sebuah endospore yang tahan terhadap faktor lingkungan seperti
panas, asam, dan garam, yang dapat berada di dalam lingkungan dalam jangka
waktu yang lama. Endospore adalah yang dibentuk pada saat gizi stres,
memungkinkan organisme untuk terus berada di dalam lingkungan sampai kondisi
menjadi baik.. B. subtilis
dapat memproduksi sebuah endospore yang tahan terhadap faktor lingkungan
seperti panas, asam, dan garam, yang dapat berada di dalam lingkungan dalam
jangka waktu yang lama. Endospore adalah yang dibentuk pada saat gizi stres,
memungkinkan organisme untuk terus berada di dalam lingkungan sampai kondisi
menjadi baik. Sebelum proses untuk menghasilkan spora bakteri melalui proses
produksi flagella dan mengambil DNA dari lingkungan
Bacillus subtilis dapat
menghasilkan enzim protease. Protease merupakan enzim proteolitik yang
mengkatalisis pemutusan ikatan peptida pada protein. Protease diisolasi dari
dan diuji pengaruh suhu pada aktivitasnya yaitu pada 35oC-50oC
dengan menggunakan kasein sebagai substrat. Protease dipekatkan dengan metode
liofilisasi. Kadar protein diuji dengan metode Bradford, sedangkan aktivitasnya
diuji dengan metode Nakanishi menggunakan spektrofotometer. Kadar protein
diperoleh 1.68
mg tiap 1 mg
sel kering. Aktivitas optimumnya adalah 0.278 U/mg dan dicapai pada suhu 40oC.
Media padat
yang digunakan adalah media kompleks berupa agar nutrisi dengan takaran 40 g/L.
Media cair dibuat menggunakan bahan – bahan yang terdiri dari (g/L) : cairan
nutrisi 15, KH2PO4 1, dan MgSO4.7H2O 0.5.
Media tersebut dilarutkan dalam 20 mL, 100 mL, dan 1 L aquades. Media diatur
pada pH 7 dengan menggunakan NaOH 0.1 M. Larutan kasein 1% dibuat dengan cara
kasein dilarutkan pada buffer fosfat pH 7. Media dan larutan kasein ini disterilisasi
pada 121oC
selama 15 menit. Sel Bacillus subtilis yang digunakan dalam produksi
enzim adalah pada saat fase log. Oleh karena itu diperlukan data untuk
mengetahui fase pertumbuhan dari bakteri tersebut melalui data kurva
pertumbuhannya. Data kurva pertumbuhan dibuat dengan biakan pada media padat
bakteri diinokulasi pada media cair yang digunakan sebagai kultur awal. Kultur
awal media cair ini bertujuan untuk menyeragamkan usia bakteri dari biakan
padat.
Dalam produk
pangan Enzim protease dapat digunakan sebagai pelembut daging bagi daging yang
liat supaya mudah dikunyah, dan membantu menanggalkan kulit ikan dalam industri
pengetinan ikanEnzim exolite yang termasuk dalam kelompok enzim protease ini
juga digunakan di industri penyamakan kulit.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





0 komentar:
Posting Komentar